Selasa, 13 November 2012

Apa itu Fitnah Dajjal dan Mengapa Harus Ada?


Setelah kita mengetahui seperti apa Dajjal sesuai dengan hadist-hadist Rasulullah, maka mari mengenal Dajjal itu lebih dekat lagi. Seperti kata pepatah, “Dekatlah dengan temanmu, tetapi harus lebih dekat dengan musuhmu”, kita harus mengenal dan mencari tahu sebanyak mungkin tentang Dajjal ini. Karena tidak bisa dipungkiri, Dajjal adalah musuh terbesar umat manusia di akhir jaman. Tidak ada ulama yang membantah bahwa fitnah Dajjal adalah yang terdahsyat sejak Bani Adam diciptakan. Maka beriman akan adanya Dajjal adalah penting karena Dajjal sendiri tidak ingin dirinya diketahui oleh umat Muslim, sehingga ia bebas melakukan apa saja untuk menebar fitnah di muka bumi tanpa umat muslim sadar berada di dalamnya.

Sebelum kita lebih jauh membahas, perlu saya sampaikan disini bahwa dalam artikel ini kita akan dituntut berpikir “diluar kotak”. Artikel ini bukanlah kebenaran mutlak namun artikel ini patut untuk dijadikan “opini yang lain” tentang pengetahuan keislaman. Jika ada benarnya artikel ini, semata-mata karena Allah memberikan petunjuk-Nya kepada saya dan jika ada salahnya semata-mata karena terbatasnya akal saya sebagai manusia.

Apa fitnah Dajjal itu?

Sudah disebutkan oleh Rasulullah SAW bahwa fitnah Dajjal adalah sebagai berikut:
“Dajjal cacat matanya yang kiri, keriting rambutnya, bersamanya surga dan nerakanya. Nerakanya adalah surga dan surganya adalah neraka.” HR. Muslim, no. 2934
Dikatakan bahwa dia membawa surga yang sesungguhnya neraka Allah, dan neraka yang sesungguhnya surga Allah. Seperti apa itu? Apakah neraka Allah bisa dibawa-bawa? Tentu saja tidak seperti yang tertulis dalam hadist diatas. Esensi dari kalimat diatas adalah bahwa Dajjal akan menipu kita dengan setiap kemampuan yang ia miliki, membuat kita memilih jalan yang dimurkai Allah dengan cara “memoles” (sesuai akar kata Dajjal) larangan-larangan Allah menjadi wajar dan baik di mata manusia.
Inti cara kerja Dajjal adalah membungkus yang buruk sehingga tampak baik, seperti kezaliman dibungkus keadilan, pelecehan agama dibungkus dengan kebebesan berekspresi, dll.
Apa mungkin seperti itu? Hm, sangat mungkin dan sekarang sedang terjadi. Cobalah tengok di sekitar anda, bagaimana hal-hal yang seharusnya menjadi larangan Allah justru dipeluk dan diagung-agungkan oleh masyarakat kita. Penyimpangan orientasi seksual, mengumbar aib, kekerasan berkedok agama, menjual agama untuk dunia, dan sebagainya. Sadar atau tidak, anda berada diantara sebagian hal-hal tersebut. Karena tidak ada satupun, kami ulangi, tidak satupun orang yang akan lepas dari fitnah Dajjal di akhir jaman, termasuk saya. Yang membedakan adalah sadar atau tidaknya seorang muslim bahwa ia telah berada di tengah-tengah fitnah Dajjal.

Mengapa Dajjal menggunakan fitnah sebagai cara kerjanya?

Apakah anda pikir menjadi musuh dari milyaran umat muslim itu gampang? big grin Jika ada yang teriak di jalan, ‘akulah al-masih ad-dajjal, ikutlah denganku, jadikan aku pemimpin kalian!’, niscaya orang itu sudah dibunuh oleh salah satu saudara seiman kita. Karena suka atau tidak suka, Rasulullah telah memberikan peringatan kepada kita tentang Dajjal. Itulah kenapa Dajjal beroperasi dengan sembunyi-sembunyi. Bahkan jika bisa kaum muslimin jangan sampai sadar dan tahu bahwa Dajjal itu ada, dengan begitu dia bebas menebar fitnah sehingga suatu hari nanti, ketika ia tampil di depan kita, hanya sedikit dari kita yang melawannya, sedangkan sebagian besar dari umat adalah pengikutnya.

Mengapa ada Dajjal dan kenapa Allah mengizinkan?

“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan : ‘Kami telah beriman’, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.” QS. Al ‘Ankabuut : 2-3
Saya lebih suka menggunakan ayat ini sebagai jawaban, ini sudah lebih dari panjang lebar menjawab dua pertanyaan diatas. Dajjal harus ada sebagai ujian akhir dari kaum muslimin. Kesetiaan kita kepada Allah diuji dengan adanya Dajjal. Allah menciptakan Dajjal supaya manusia hanya bergantung kepada Allah. Karena hanya Allah saja yang dapat menyelamatkan kita dari fitnah Al-Masih Ad-Dajjal. Tapi tentu saja kita tidak boleh tinggal diam untuk diselamatkan Allah, kita harus ikhtiar. Allah sudah menyediakan instrumen untuk kita supaya selamat dari fitnah Dajjal. Instrumen itu adalah akal dan hati nurani. Dan ini akan kita bahas di artikel berikutnya, insya Allah

Sumber Referensi : www.i2harmony.info

Reaksi:

0 komentar:

Poskan Komentar

Dilarang SARA, Komen seperlunya :)